Kisah Baruku 1
10 November 2011
Bekerja di tempat kerjaku yang sekarang mungkin menjadi dambaan dari banyaknya lulusan Sing, penerjemah, yah itulah profesiku. Berawal dari 16 April 2010, aku bekerja di tempat ini, tempat yang menyenangkan, semi formal, tapi menyenangkan banget lah. Berjuta kisah telah kuukir di sana, hingga tak terasa sudah setahun 7 bulan aku bekerja di sana.
Sepeda motor
Mungkin aku norak, pernah menganggap orang yang menutup kaca helm saat berkendara sangat keren, hehehe. Bisa mengendarai sepeda motor mungkin adalah mimpi terbesar dalam hidupku. Alasannya simpel, aku ingin pergi kemana-mana tanpa tergantung pada seseorang. Dan alhamdulillah kini mimpi itu terwujud sudah. Flashback, bukannya aku tak pernah belajar sepeda motor, pernah di tahun 2006, terpeleset dan akhirnya berhenti dengan trauma. Ketergantungan dan sindiran teman-teman kantor yang bernada guyon kujadikan motivasi untuk beli sepeda sekaligus mengendarainya sendiri. Setiap hari aku menghitung berapa jumlah penghasilan yang bisa kusisakan (plus gaji kakak, hehe) untuk membeli sepeda impian. Setiap hari pula aku melihat-lihat iklan harga motor matic. Kenapa matic? Karena perlu waktu lebih lama untuk bisa mengendarai sepeda biasa. Alhamdulillah mimpi beli sepeda motor terwujud pas Agustus 2010 dengan bantuan dari teman yang lunas di bulan berikutnya :D Setelah sepeda impian dibeli, upin merah, setiap weekend aku berlatih sepedaan. Dengan ditemani dek Met yang penyayang, dan babe, aku latihan mengendarai sepeda motor. Hal pertama yang kualami adalah melawan trauma dan ketakutan mendengar deru motor, nyetir lurus aja uda seneng banget. Belajar belok yang kelebihan sampe hampir nabrak rak bensin eceran di depan toko, hehehe. Rentang waktu bulan Agustus sampe Desember itulah aku belajar mengendarai sepeda motor, sebelum akhirnya si upin full-time di kota apel hingga saat ini.
